Pages

Tampilkan postingan dengan label Fakta Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta Unik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2011

BOLA LANGIT


BOLA LANGIT

LETAK SEMUA BENDA DI ANGKASA diukur menurut koordinat langit yang khusus. Cara terbaik untuk memahami kartografi atau pemetaan langit adalah mengingat bagaimana para filsuf kuno membayangkan terbentuknya Alam Semesta. Mereka tidak mempunyai bukti yang nyata bahwa Bumi bergerak sehingga mereka menyimpulkan bahwa Bumi diam dan bintang-bintang serta planet-planet bergerak mengelilinginya. Mereka dapat melihat bintang-bintang mengitari sebuah titik di angkasa dan berasumsi bahwa itulah ujung poros dari bulatan langit. Mereka menyebutnya bulatan kristal atau bulatan bintang tetap karena bintang-bintang itu tampaknya tidak saling bertukar tempat. Koordinat angkasa yang kini digunakan berasal dari konsep lama itu. Bola bintang (langit) dan dunia (bumi) berbagai koordinat yang sama, seperti Kutub Utara dan Selatan, dan khatulistiwa.

ASTRONOMI PURBA


ASTRONOMI PURBA

DENGAN MENGMATI GERAKAN BERPUTAR dari Matahari, Bulan, dan bintang, para pengamat purba menyadari bahwa gerakan-gerakan yang berulang itu dapat digunakan untuk menjadikan langit menunjuk waktu (guna memberitahukan jalannya waktu siang atau malam) dan kalender (untuk menandai pergantian musim). Monumen kuno seperti Stonehenge di Inggris dan piramida suku Maya di Amerika Tengah merupakan bukti bahwa komponen dasar dari astronomi berdasarkan pengamatan telah dikenal sejak paling tidak 6.000 tahun. Semua peradaban, kecuali beberapa diantaranya, percaya bahwa gerakan langit yang tetap adalah tanda adanya hal yang lebih besar. Fenomena gerhana matahari, misalnya, dalam beberapa peradaban kuno dipercaya sebagai peristiwa ditelannya matahari oleh seekor naga. Oleh karena itu, dibuatlah suara-suara keras untuk menakuti naga dan membuatnya pergi.

Rabu, 03 November 2010

Lubang hitam






Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga 8kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata "hitam". Istilah "lubang hitam" telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.

Landasan Teori

Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dialam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.

Adalah John Archibald Wheeler pada tahun 1967 yang memberikan nama "Lubang Hitam" sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik / tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam.


  • Asal Mula Lubang Hitam

Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Banyak obyek (termasuk matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi lubang hitam. Tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasi-lah yang menang.

  • Pertumbuhannya

Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan terhisap. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menghisap apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak terhisap masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, dimana hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.


Planet Berair





LEBIH DARI TIGA PEREMPAT permukaaan Bumi tertutup air. Oleh karena itu, akan lebih logis menamakannya ‘’Air’’ daripada ‘’Bumi’’. Walaupun dengan jumlah benua yang tersebar di seluruh permukaan Bumi saat ini, tetap ada satu lautan besar yang mendominasi setengah dari bola dunia. Dari seluruh hujan yang jatuh ke Bumi, hanya sepertiganya yang mengalir ke sungai dan dengan cepat mengalir ke laut. Sisanya yang dua pertiga lagi meresap ke dalam tanah dan batu-batuan dan tertinggal di dalamnya selama bertahun-tahun atau bahkan ribuan tahun sebagai air tanah. Air tanah tersebut menjadi sumber mata air dan sumur, dan menjaga sungai agar tetap mengalir di musim kemarau. Semua air terlibat dalam aliran yang tidak berakhir dari laut ke atmosfer ke sungai ke batuan bawah tanah, dan akhirnya kembali lagi ke laut. Perjalanan itu disebut siklus air. Memahami bagaimana cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain termasuk dalam ilmu hidrologi, dan orang yang secara khusus mangamati perpindahan air tanah disebut hidrogeologis.

Pemikiran Awal Mengenai Bumi





BANYAK KONSEP AWAL mengenai asal mula Bumi ditemukan dalam bentuk pengamatan dan analisis; sementara yang lain hanya merupakan tradisi yang dipercaya sejak lama. Kadang-kadang terdapat hubungan antara pemikiran tradisional dan pemikiran ilmu pengetahuan. Namun, pada waktu yang lain, sangat sulit melihat hubungan antara keduanya. Perkembangan pengetahuan dan pengertian mengenai lingkungan sekeliling kita tidak selamanya berada pada jalur yang lurus. Walaupun orang-orang Yunani dan Mesir kuno telah menemukan bahwa Bumi itu bundar dan juga telah menghitung radiusnya dengan luar biasa tepat, beberapa abad kemudian masih ada saja orang yang menganggap bahwa Bumi itu datar. Peta-peta awal daerah lokal dan dibuat pada bahan datar sehingga pemikiran bahwa Bumi itu datar merupakan pengembangan logis dari gambaran peta datar tadi. Para penjalajah terdahulu, banyak pengamat yang teliti, pergi menjelajah Bumi dan menambah pengetahuan mereka tentang garis pantai,daratan baru,dan lautan. Pada abad ke-18, ahli geologi modern, James Hutton (1726-1797), mengemukakan pemikiran awalnya tentang proses-proses Bumi. Pemikiran terdahulu ditinggalkan dan ia bekerja berdasarkan pengamatan.

Iklim di Masa Lampau





IKLIM BUMI TELAH MENGALAMI PERUBAHAN yang sangat besar sepanjang masa geologisnya. Bentuk benua telah berubah dan telah berpindah posisi relatif terhadap khatulistiwa dan kutub. Untuk menyelidiki perubahan-perubahan ini, geologii mengambil batu-batuan sebagai bahan untuk menyelidiki keadaan 4.000 tahun yang lalu seperti layaknya membaca buku sejarah. Batu itu menunjukkan bahwa tempat-tempat yang sekarang jauh dari khatulistiwa pernah memiliki gurun yang panas, dan bahwa batu-batu karang tropis pernah menghiasi tepi pantai daerah yang sekarang kita kenal sebagai Eropa. Kedudukan benua-benua tadi berpengaruh terhadap perpindahan massa udara dan pola cuaca. Ketika semua benua masih menyatu sebagai benua Pangea, tidak banyak terjadi curah hujan, di daerah yang sebagian bergurun. Batu tersebut juga menunjukkan bahwa paling sedikit selma 2 juta tahunn terakhir ini gletser menyelimuti sebagian besar daerah di Bumi. Hal lain yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim di Bumi adalah letak Bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari.